Kamis, Februari 17, 2011

Peti Jenazah Peninggalan Firaun Di Temukan Pihak Amerika

Pemerintah Amerika Serikat menemukan Sebuah peti kubur (sarkofagus) terbuat dari kayu, yang berusia 3.000 tahun dan akan segera dikembalikan ke asalnya, yaitu kepada pemerintah Mesir.
Sarkofagus yang dicat dengan warna-warna terang ini dipercaya merupakan peninggalan abad 21, tepatnya tahun 1070-945 sebelum Masehi. Peti tersebut merupakan milik seorang bangsawan bernama Imesy.
Sebelumnya, pihak bandara Miami, AS berhasil mengamankan peti mayat tersebut pada Oktober 2008 dari sebuah jasa pengiriman barang di Spanyol. Pihak bandara curiga karena importir tidak bisa menunjukkan dokumen kepemilikan barang tersebut.

Ternyata, sebuah investigasi menunjukkan, peti tersebut telah lama hilang, tepatnya 126 tahun lalu. Sebelum diselundupkan ke AS, peti tersebut sempat berdiam lama di Spanyol.
Kepala inventarisir barang-barang berharga Mesir, Zahi Hawass pun terbang ke Washington untuk menjemput sarkofagus tersebut.
Selain peti kubur, pemerintah AS mengklaim memiliki barang-barang bersejarah milik Mesir lainnya, di antaranya adalah peti kayu, tembikar, dan barang-barang kuno lainnya.


Zahi Hawass, Sekretaris Jenderal Majelis Tinggi Kepurbakalaan Mesir (SCA) tahun lalu telah mengatakan bahwa kemungkinan peti jenazah itu peninggalan dari firaun Ames, Dinasti ke-21, yang memerintah Mesir antara 1.070 hingga 945 SM.

Hawass dan Mesir memang sedang giat mengumpulkan kembali barang bersejarah yang seharusnya berdiam di Kairo. Salah satu upaya yang paling berat adalah mengembalikan patung payudara kapur, milik Ratu Nefertiti, yang saat ini masih berdiam di Museum Berlin. Meski pihak Mesir mengatakan patung tersebut ilegal, namun pihak Museum Berlin menolak mengembalikan pahatan berusia 3.300 tahun lalu itu.
Seperti diberitakan Diccovery News, dalam pernyataannya SCA mengatakan, "Mereka memastikan bahwa peti jenasah kuno itu telah meninggalkan Mesir setelah 1970 lalu, menurut catatan awal tertanggal 2007 ketika dipamerkan di Madrid,"
Kini pengaturan penyerahan peti kuno itu sedang berjalan untuk diserahkan kepada Hawass, 10 Maret mendatang di Washington D.C, dalam sebuah upacara.
"Kami berterima kasih atas kerja sama pihak Bandara Miami yang dengan tangkas membantu kami mengumpulkan kembali peninggalan zaman bersejarah yang memang sedang kami galakkan," ujar Menteri Kebudayaan Mesir ini, seperti diberitakan oleh CTV News.
Hawass menyatakan telah mengamankan kembalinya sekitar 5.000 harta peninggalan kuno selama masa jabatannya di SCA. [sumber]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...