Minggu, Februari 27, 2011

Pulau Abaco Kawasan Paling Misterius Di Dunia

Pulau Abaco, Bahamas, merupakan salah satu kawasan paling misterius di dunia bagi para ilmuwan.Pasalnya Pulau Abaco merupakan gua di dalam air yang mematikan yang tidak pernah ada ujungnya.

Baru-baru ini Tim Wes C Skiles berhasil merekam gua tersebut. Wes C Skiles merekam ribuan lubang biru, gua yang saling terhubung satu sama lain dengan struktur abstrak.

Untuk menyelami bawah laut tersebut, penyelam harus melakukan persiapan maksimal. Meksipun tidak ada garansi keselamatan, Tim Wes C Skiles tetap melakukan penyelaman meskipun sudah ada yang meninggal dunia selama penyelaman, musim panas lalu.


Dilansir dari inilah.com lebih dari 1000 lubang biru ada di Bahama dan hanya sekitar 20% dari gua itu yang pernah terjamah. Ini adalah misi sangat berbahaya karena gua itu gelap gulita, luas dan bagaikan labirin.

Geografi dan iklim
Pulau Abaco berada di timur. Pulau paling tenggara ialah Inagua. Pulau terkenal lainnya ialah Eleuthera, Pulau Cat, Bahama, San Salvador, Acklins, Pulau Crooked, Exuma dan Mayaguana. Nassau ialah ibukota dan kota terbesar, terletak di New Providence. Pulau ini beriklim subtropis, diselai oleh Aliran Teluk.


Di tenggara, kepulauan Caicos dan kepulauan Turks, dan 3 ciri bawah tanah yang lebih luas yang disebut Mouchoir Bank, Silver Bank, dan Navidad Bank, secara geografis merupakan kelanjutan Bahama, namun bukan bagian Persemakmuran Bahama.


Iklim Bahama bersifat subtropis sampai tropis, dan secara signifikan disela-selai dengan air Aliran Teluk, khususnya pada musim dingin. Sebaliknya, ini terbukti berbahaya di musim panas dan gugur, sedangkan topan mengalir dekat atau melalui kepulauan itu. Badai Andrew menghantam bagian utara kepulauan pada 1992, dan Badai Floyd menghantam sebagian besar kepulauan itu pada 1999. Badai Frances 2004 diharapkan menjadi yang terburuk buat kepulauan ini. Juga pada 2004, Bahama utara dihantam Badai Jeanne yang kurang berpotensi. Pada 2005 sekali lagi kepulauan bagian utara dihantam oleh Badai Wilma. Angin ribut menghancurkan rumah, sekolah, pemakaman, dan membuat sekitar 1.000 orang menjadi tuna wisma. Orang-orang yang tuna wisma itu kekurangan makan, minum, dan pasokan bergantung pada pemerintah.


Lubang biru terdalam bahkan mencapai kedalaman enam ribu kaki. Setiap penyelam harus memegang erat tali keselamatan mereka. Tanpa itu, mustahil bisa menemukan jalan keluar sebelum pasokan udara habis.

Penyelam membawa tiga tangki dari campuran Nitrox untuk dimanfaatkan saat masuk, keluar dan keadaan darurat. Mereka juga harus memiliki tiga lampu yang digunakan untuk berkomunikasi dan navigasi.

Larutan kimia di air Bahama sangat unik karena memiliki bakteri dalam air garam yang menghasilkan sulifa hidrogen. Hasilnya, materi ini menghasilkan awan gas beracun.

Penyelam tidak bisa berlama-lama di kawasan tersebut karena jika menembus pakaian selam dan menyentuh kulit akan mual, halusinasi bahkan meninggal dunia. [sumber]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...