Senin, Februari 14, 2011

Candi di Bawah Laut Selat Bali Bikin Heboh

"Di darat saja kita jarang mendapatkan candi utuh. Apalagi di laut." 
Foto bangunan candi di bawah laut beredar di situs microblogging twitter. Gambar itu disebut-sebut diambil dari bawah laut Selat Bali. 

Kendati demikian, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata belum bisa memastikan kebenaran gambar foto candi di bawah laut itu. Rencananya, pertemuan Kementerian dengan si pengambil gambar akan digelar pekan depan. 

"Ini perlu ditunjukkan kepada ahli telematika," kata Direktur Peninggalan Arkeologi Bawah Air Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Surya Helmi di kantornya, Jakarta.

Surya sedikit mencurigai foto candi bawah laut itu. Karena, gambar air yang ditampilkan itu begitu jernih. Surya bahkan sudah melihat gambar ini sejak dua bulan lalu.

Prasasti Abad 7 Ditemukan di Kali Cikapundung

Prasasti ini berisi semacam prediksi mengingatkan umat manusia tentang bencana.
Balai Arkeologi Kota Bandung memastikan sebuah batu prasasti bertuliskan huruf Sunda kuno ditemukan di rumah seorang kakek bernama Oong Rusmana, 62, warga Cimaung, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Prasasti itu diyakini berasal dari abad ke-7 Masehi.

Tim Peneliti Madya di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung, Nandang Rusnandar, mengatakan ini merupakan prasasti pertama yang ditemukan di aliran Sungai Cikapundung. "Ini prasati pertama, terkait sama penemuan terakota (coran dari tanah liat) di daerah Dago Pakar," ujarnya ditemui di lokasi prasasti.

Gali Tembaga, Bertemu Biara Kuno 2.600 Tahun

Para arkeolog punya waktu 3 tahun menyelamatkannya, sebelum tempat itu menjadi tambang.
Kejutan diperoleh saat perusahaan China menggali tambang tembaga di Afghanistan. Di dalamnya ditemukan situs Budha kuno berusia 2.600 tahun.

Reruntuhan itu ditemukan saat para buruh menggali tambang kerjasama pemerintah Afghanistan dan perusahaan China, Metallurgical Group Corp. Dua pihak itu berambisi mengembangkan tambang tembaga terbesar kedua di dunia yang letaknya tepat di bawah reruntuhan.

Mengetahui temuan itu, para arkeolog buru-buru melakukan usaha penyelamatan sebisa mungkin dari situs yang diduga berasal dari tujuh abad sebelum Masehi --di sepanjang Jalan Sutra yang menghubungkan Asia dan Timur Tengah.

Situs Romawi Kuno di Bawah Hotel Mewah London

Temuan-temuan menakjubkan itu hanya berada sekitar setengah meter di bawah permukaan.

Sebuah situs arkeologi zaman kebesaran Romawi ditemukan di bawah tanah, terkubur di kawasan sebuah hotel mewah di kota London, Inggris. Situs arkeologi menakjubkan ini mengungkap sejarah baru Romawi Inggris. 

Seperti dilansir Daily Mail, 17 November 2010, situs bersejarah itu ditemukan di Syon Park, sebelah barat London, saat sedang penggalian perluasan areal hotel yang dibangun Waldorf-Astoria di lokasi yang dilindungi. 

Temuan-temuan menakjubkan itu hanya berada sekitar setengah meter di bawah permukaan. Diduga kuat ini adalah permukiman Romawi Inggris pada akhir zaman perunggu atau 1000 sampai 700 sebelum Masehi. 

Romawi Runtuh Akibat Perubahan Iklim?

Periode kering dan panas terjadi di tengah kekacauan politik.
Sejarah tertulis tentang runtuhnya kekaisaran Romawi cukup beragam. Ada yang mengatakan imperium raksasa Eropa itu runtuh karena Kaisar Valens kalah pada pertempuran Adrianople pada tahun 378.

Ada pula yang menganggap kematian Theodosius I, kaisar terakhir, sebagai akhir dari Kekaisaran Romawi yang tunggal. Sebab, sejak saat itu, kekuasaannya dibagi pada dua anaknya, Arcadius dan Honorius.

Tapi sebuah penelitian ilmiah berkata lain. Sejumlah peneliti mempelajari lingkaran pohon untuk menguak dampak ketidakstabilan pola iklim. Temuannya cukup mengejutkan. Sejumlah rahasia masa silam justru terkuak, termasuk runtuhnya Kekaisaran Romawi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...