Senin, Februari 14, 2011

Situs Romawi Kuno di Bawah Hotel Mewah London

Temuan-temuan menakjubkan itu hanya berada sekitar setengah meter di bawah permukaan.

Sebuah situs arkeologi zaman kebesaran Romawi ditemukan di bawah tanah, terkubur di kawasan sebuah hotel mewah di kota London, Inggris. Situs arkeologi menakjubkan ini mengungkap sejarah baru Romawi Inggris. 

Seperti dilansir Daily Mail, 17 November 2010, situs bersejarah itu ditemukan di Syon Park, sebelah barat London, saat sedang penggalian perluasan areal hotel yang dibangun Waldorf-Astoria di lokasi yang dilindungi. 

Temuan-temuan menakjubkan itu hanya berada sekitar setengah meter di bawah permukaan. Diduga kuat ini adalah permukiman Romawi Inggris pada akhir zaman perunggu atau 1000 sampai 700 sebelum Masehi. 

Romawi Runtuh Akibat Perubahan Iklim?

Periode kering dan panas terjadi di tengah kekacauan politik.
Sejarah tertulis tentang runtuhnya kekaisaran Romawi cukup beragam. Ada yang mengatakan imperium raksasa Eropa itu runtuh karena Kaisar Valens kalah pada pertempuran Adrianople pada tahun 378.

Ada pula yang menganggap kematian Theodosius I, kaisar terakhir, sebagai akhir dari Kekaisaran Romawi yang tunggal. Sebab, sejak saat itu, kekuasaannya dibagi pada dua anaknya, Arcadius dan Honorius.

Tapi sebuah penelitian ilmiah berkata lain. Sejumlah peneliti mempelajari lingkaran pohon untuk menguak dampak ketidakstabilan pola iklim. Temuannya cukup mengejutkan. Sejumlah rahasia masa silam justru terkuak, termasuk runtuhnya Kekaisaran Romawi.

Tahun 3000, Permukaan Air Laut Naik 4 Meter

Dampak pemanasan global yang tak terhindari akan meruntuhkan lapisan es di Antartika Barat.
Permukaan air laut secara global akan naik setidaknya 13 kaki, atau setara 3,96 meter, pada 1000 tahun mendatang. Kesimpulan diperoleh setelah sejumlah ahli meneliti sejumlah hal. Dari trend kenaikan permukaan laut hingga lapisan es di Antartika.

Para ahli itu menyebutkan bahwa kenaikan permukaan air laut itu disebabkan oleh emisi karbon dioksida yang terus-terusan dipompa ke atmosfer. Emisi itulah yang menyebabkan runtuhnya es di Antartika Barat, yang diperkirakan akan terjadi sekitar tahun 3000. Jika itu terjadi, maka volume air laut naik dan mungkin saja akan terjadi bencana.

Fosil di Siberia "Kerabat" Orang Papua

Ilmuwan yang meneliti DNA sebuah fosil berusia 30 ribu tahun lebih di Siberia kaget.Sejumlah ilmuwan yang mencoba memecahkan sandi DNA sebuah fosil keluarga manusia yang ditemukan di Siberia, Rusia, terperanjat. Lima persen DNA orang Melanesia yang mendiami Papua dan Australia itu ditemukan di makhluk yang dijuluki "Denisovans" itu.


"Kami kira ini kesalahan ketika pertama melihatnya," kata David Reich, peneliti dari Harvard University, yang menulis laporan ilmiah ini. "Namun ini nyata," katanya dilansir the Associated Press.

Lebih aneh lagi, fosil itu justru tak menunjukkan sama sekali kaitan dengan nenek moyang orang yang sekarang mendiami Siberia. Padahal, lebih dari 30 ribu tahun lalu, "Denisovans" malang melintang di benua Asia.

Burung Raksasa Mangsa Manusia Hobbit Flores?

Pulau Flores dikenal sebagai gudangnya mahluk aneh. Termasuk manusia hobbit.

Pulau Flores, Nusa Tenggara makin memantapkan posisinya sebagai 'gudangnya' mahluk-mahluk aneh. Ada Komodo, gajah kerdil, tikus raksasa, bahkan manusia hobbit, Homo Floresiensis, yang ukurannya mini, lebih kecil dari manusia normal.


Baru-baru ini satu hewan unik kembali ditemukan di Flores. Para ilmuwan dari Museum Nasional Sejarah Akam Smithsonian, Washington DC dan Museum Sejarah Alam Jakarta, Indonesia menemukan fosil bangau raksasa, leptoptilos robustus. 

Para ilmuwan menemukan empat tulang kaki burung itu di gua-gua Liang Bua. Juga ditemukan fragmen sayap, meski diperkirakan burung itu badannya terlalu berat untuk meninggalkan tanah atau terbang.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...